rekareka


Surat buat wakil rakyat

Posted in Tak Berkategori by indrosutanto on the 31 Agustus 2010

Gedung baru bertingkat, ruang kerja mewah
Dilengkapi spa, kolam renang dan tempat belanja
Tunjangan dan fasilitas lengkap
Gaji nggak pernah terlambat

Tapi tingkah laku anda,
Ketika sidang soal rakyat, anda tertidur pulas
Ketika sidang soal rakyat, anda bolos berjamaah
Ketika sidang soal rakyat, anda sibuk facebook-an
Ketika sidang soal rakyat, anda telpon-telponan
Ketika sidang soal rakyat, anda nggak mikirin rakyat

Lihat kami,
Rumah kami di pinggir rel kereta api
Rumah kami di bantaran kali
Rumah kami di kolong jembatan
Rumah kami dari bahan apa adanya

Jalan yang kami lalui banyak yang berlubang
Jalan yang kami lalui banyak yang rusak

Angkutan kami, metro mini dan bajaj butut
Angkutan kami, kereta api yg juga butut
Punya motor butut, sebentar lagi nggak bisa masuk jalan protokol

Sekolahan kami,
Sudah banyak yang bocor
Mungkin sebentar lagi roboh

Duit kami cukup untuk hari ini
Besok, lihat aja gimana nanti
Karna udah nggak mencukupi lagi

Ketika kami susah, anda senang-senang
Ketika kami menangis, anda tertawa
Ketika kami kena bencana, anda tiarap
Ketika kami temui, anda menghindar
Ketika kami kritik, anda marah-marah

Di mana hati nurani anda,
wahai wakil rakyat yang terhormat……..

Keanehan Negeriku……..(1)

Posted in Tak Berkategori by indrosutanto on the 14 Agustus 2010

Media massa dan media online banyak membantu saya untuk mengetahui informasi tentang semua hal di negeri ini bahkan dunia. Informasi yang hampir tiap hari di-update terus memberikan gambaran perkembangan berbagai peristiwa yang terjadi. Tak terkecuali di negeri ini, Indonesia.
Perkembangan informasi yang baik dan positif buat masyarakat maupun yang kurang baik semuanya tersaji dengan gamblang bahkan terkadang sangat terbuka dan mudah dipahami. Bahkan yang sebelumnya seperti tabu dan disembunyikan sekarang disuguhkan dengan apik.
Seperti beberapa kasus yang terjadi di negeri ini, Indonesia. Mulai dari kasus rekaman Anggodo yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi (MK) sampai sekarang yang terbaru batalnya pelantikan petinggi Polri oleh Kapolri. Dari beberapa kasus terutama mengenai hukum dan birokrasi pemerintahan banyak keanehan yang timbul atau mungkin sengaja ditimbulkan.
Kasus Anggodo yang mencengangkan karena adanya rekayasa dan upaya pelemahan KPK, mampu menggugah masyarakat untuk mengikuti kasus itu. Dengan kasus itu timbul istilah mafia hukum/mafia kasus (markus=makelar kasus) sehingga Presiden membentuk Satgas Mafia Hukum meskipun mafia itu ada tapi masih sulit buat satgas menguaknya.
Berkaitan dengan mafia kasus, terungkap kasus Gayus dari “celotehan” Komjen Pol Susno Duadji yang sekarang di penjara juga karena mafia kasus. Gayus salah satu fenomena PNS di negeri ini yang menyedot perhatian dengan kekayaannya yang ratusan miliaran dan sampai sekarang kasus terus berkembang belum terselesaikan.
Kasus hukum lain yang mengungkapkan keprihatinan dan ada keanehan adalah kasus nenek minah yang mencuri 3 kakao, kasus langgar sriyanto yang kecelakaan istrinya meninggal, kasus prita dengan sebuah rumah sakit bertaraf internasional dan masih ada kasus lainnya.
Nenek minah yang sudah berusaha mengembalikan 3 buah kakao yang dicurinya tetap menghadapi proses hukum di kepolisian dan pengadilan. Langgar Sriyanto yang terlibat kecelakaan motor dengan membawa istri dan anaknya harus di penjara padahal istrinya meninggal dan anaknya sempat dirawat di rumah sakit. Istrinya meninggal karena ditabrak sebuah mobil yang dikendarai seorang perwira polisi.
Prita harus mencicipi hotel prodeo beberapa bulan karena berkeluh kesah via email tentang pelayanan buruk dari sebuah rumah sakit bertaraf internasional. Kasus Prita menggerakkan jiwa sosial di kalangan masyarakat negeri ini, Indonesia, untuk mengumpulkan koin dalam “Koin Peduli Prita/Keadilan”.

12 Tahun Detik.com

Posted in Tak Berkategori by indrosutanto on the 9 Juli 2010

nbsp;Detik.com, kanal berita yang menyuguhkan informasi di hampir segala bidang yang bisa bermanfaat buat masyarakat Indonesia khususnya mungkin juga buat masyarakat dunia. Tidak terasa hari ini detik.com merayakan 12 tahun usianya di jagad maya. Sebuah usia menginjak remaja untuk ukuran manusia.
Angka 12 merupakan tanggal Nabi Muhammad SAW lahir. Menurut mitos etnis China, angka 12 menunjukkan integritas dan kemampuan. Sedangkan menurut paranormal, angka 12 merupakan simbol kekuatan puncak (kesempurnaan).  forumbebas.com)
Banyak hal positif yang telah dilakukan oleh detik.com untuk menghadirkan sebuah sajian online yang berkualitas dan bermanfaat. Beragam informasi mulai dari politik, sosial, budaya, olahraga, keuangan, otomotif, kesehatan, selebriti sampai dengan teknologi di-update setiap waktu. Banyak forum yang disediakan gratis oleh detik.com seperti konsultasi dan blog.
Sekarang ini hampir setiap hari saya membaca berita-berita yang disuguhkan detik.com. Meskipun ada beberapa naskah berita yang kemungkinan salah ketik, tetap berita di detik.com mampu menambah informasi dan pengetahuan buat saya. Terkadang saya menyempatkan membuka komentar-komentar yang ada terutama di berita yang menjadi headline seperti berita-berita yang menghadirkan kontroversi (Satpol PP yang akan dipersenjatai).
Semoga dengan ulang tahunnya yang ke-12 ini, detik.com tambah maju, tambah bagus tampilan dan isinya, serta semakin dicintai oleh detikers.
detik1

Bahaya Nasional itu Bernama Ledakan Gas Elpiji

Posted in Tak Berkategori by indrosutanto on the 7 Juli 2010

Program konversi minyak tanah ke gas elpiji sudah lama berlangsung. Pemerintah dengan tenang dan lantang menyatakan bahwa program konversi berlangsung dengan sukses. Program ini diharapkan dapat menghemat pengeluaran anggaran negara yang tersedot oleh minyak tanah sehingga anggaran tersebut bisa dialihkan ke program lain seperti untuk pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Banyak pertentangan dan penuh kontroversi dari masyarakat dengan adanya program konversi ini. Apakah benar alasan-alasan yang diungkapkan pemerintah? Apakah benar-benar bisa bermanfaat untuk masyarakat? Semuanya perlu waktu untuk membuktikan.
Dan sekarang, kontroversi itu semakin nyata setelah banyak kejadian ledakan gas elpiji 3 kg yang dibagikan secara gratis oleh pemerintah. Tidak hanya harta benda yang musnah tapi juga korban meninggal dan korban luka-luka. Bahkan data dari Pertamina sendiri, hingga Juni 2010 sedikitnya 33 ledakan terjadi di berbagai daerah dengan 2 korban meninggal dunia.
Meskipun dibilang terlambat, pemerintah mengambil tindakan dengan menyediakan aksesoris untuk gas elpiji seperti selang karet, regulator dan katup dengan harga pabrik.
Pemerintah hampir selalu “menyalahkan” masyarakat (konsumen) pengguna gas elpiji. Padahal masyarakat menerima satu paket konversi berisi kompor, selang dan tabung elpiji 3 kg. Mestinya pemerintah melakukan pengawasan yang ketat terhadap peredaran dan kualitas dari paket tersebut terutama tabungnya. Di kalangan masyarakat banyak dijumpai tabung gas yang sepertinya tidak layak pakai. Tapi yang sering dipermasalahkan oleh pemerintah adalah aksesorisnya yang bukan SNI dan kecerobohan dari masyarakat.
tabung-gas
Pemerintah seharusnya melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap program konversi ini tidak hanya mengandalkan laporan ABS (asal bapak senang). Mulai dari pengadaan, penyaluran, pengisian dan kualitas tabung gas sampai ke sosialisasi kepada masyarakat. Diharapkan program konversi ini tidak jadi ajang/lahan korupsi baru. Dan jangan sampai ledakan gas elpiji akan sering terjadi di seluruh bagian negara Indonesia sehingga bisa menjadi bahaya nasional.

cover tabloid akelku

Posted in Tak Berkategori by indrosutanto on the 15 Juni 2010

cover-akel-kecil

Reformasi di Institusi Pemerintah

Posted in Tak Berkategori by indrosutanto on the 23 Maret 2010

Reformasi yang didengung-dengungkan di institusi Polri dan juga institusi penegak hukum lainnya seperti jalan di tempat jika melihat peristiwa yang terjadi 2-3 tahun belakangan. Peristiwa teranyar dan cukup menghebohkan adalah kriminalisasi KPK dan dan markus pajak Rp 25 miliar. Di mana dua peristiwa tersebut membawa nama Komjen Pol Susno Duadji baik sebagai pelapor maupun terlapor.

Pada kriminalisasi KPK, Presiden SBY turun tangan dengan membentuk tim 8 yang pada akhirnya sedikit terurai benang kusutnya dimana Bibit S. Riyanto dan Chandra Hamzah dibebaskan sedang Anggodo masih melenggang. Dan diperiksanya orang-orang yang diduga terlibat termasuk Komjen Pol Susno Duadji oleh tim 8. Di sini pun akhirnya keluar satu istilah yang terkenal yaitu “markus” alias makelar kasus dan mafia hukum.

Dengan kasus tersebut Kapolri langsung menggiatkan reformasi di tubuh Polri dengan melakukan perubahan posisi dan jabatan termasuk Komjen Pol Susno Duadji yang pada akhirnya tidak lagi jadi Kabareskrim Polri. Di tubuh Kejaksaan Agung AH Ritonga (Wakil Jaksa Agung) mengundurkan diri setelah namanya sering disebut-sebut dalam rekaman percakapan Anggodo. Dan Jaksa Agung pun secara eksplisit mengatakan akan mereformasi Kejaksaan Agung meskipun sebenarnya ada jaksa Urip yang tersangkut masalah penyuapan.

Kemudian yang paling anyar dan lagi panas-panasnya adalah pernyataan Komjen Pol Susno Duadji yang menyatakan adanya markus pajak Rp 25 miliar dalam kasus Gayus Tambunan (pegawai Ditjen Pajak). Beliau bahkan berani mengungkapkan inisial jenderal yang ikut bermain yang notabene pernah jadi anak buahnya. Kontan perselisihan di tubuh Polri pun terhindarkan. Dan pak Susno pun dipanggil Propam Mabes Polri untuk diperiksa karena pernyataannya dan laporan balik dari jenderal yang pak Susno sebutkan.

Senin (22/3) malam, pak Susno selesai diperiksa dan dinyatakan tersangka dalam kasus pencemaran nama baik. Hal ini membuat beliau merasa aneh. Yang melaporkan dan ingin berbuat baik menurut beliau malah jadi tersangka.

Terlepas dari peristiwa lalu yang memojokkan pak Susno, kalo memang apa yang diungkapkan pak Susno benar akan menjadi sebuah tamparan keras bagi institusi Polri dan tidak mungkin akan merembet ke institusi penengak hukum lainnya. Tapi jika tidak benar tentu akan menjadikan nama pak Susno semakin buram.

Jika akan mereformasi sebuah institusi pemerintah tidak bisa seorang diri, tidak bisa setengah-setengah baik dari segi sistem maupun aparatnya sendiri. Mesti bersama-sama dengan semua insan dan semua bagian bahkan juga dengan institusi lainnya.

Saya teringat dengan cerita seorang kepala sekolah di Jakarta. Di mana beliau termasuk yang vokal dan berani. Suatu kali sokalahan beliau direnovasi. Setelah renovasi selesai beliau ragu dengan kualitas bangunan baru di sekolahnya. Akhirnya beliau menekan beberapa bagian dinding dan ternyata ada yang roboh. Beliau protes ke atasan. Sekolah beliau direnovasi ulang tetapi tidak lama beliau dipindahkan ke sekolahan yang kualitasnya lebih rendah dan pada akhirnya pensiun sebelum waktunya.

Masih berkaitan dengan institusi pemerintah, teman saya (PNS di sebuah institusi pemerintah) bercerita kalo dia sebenarnya ingin kerja seprofesional mungkin sejujur mungkin seperti waktu dia di swasta. Tapi apa daya ritme kerja yang sudah menjadi budaya sulit untuk tidak mengikuti. Ketika dia memprotes hal yang kurang baik atau ada kecurangan malah dia kena tegur (”udah ikutin aja”).

Dua contoh di atas mungkin sedikit kisah dimana seseorang yang akan berbuat baik sangat sulit untuk melakukannya. Dan teman saya yang PNS bilang kalo terlalu vokal bisa bisa dijauhin teman sama atasan, bisa juga lama dapat kenaikan pangkat lebih parah dimutasikan ke tempat yang tidak nyaman.

Mungkinkah reformasi terutama di segala institusi pemerintahan terutama reformasi birokrasi bisa berjalan dan mempunyai dampak yang positif? Semoga….

PNS Naik Gaji…….

Posted in Tak Berkategori by indrosutanto on the 19 Maret 2010

Dulu untuk jadi PNS kelihatan gampang, ada yang mau tinggal daftar masuk PNS. Minat untuk jadi PNS pun nggak banyak, karena dibutuhkan pengorbanan dan jiwa pengabdian. Kata orang tua, dulu jadi PNS kesejahteraan sangat kecil makanya banyak yang nggak mau jadi PNS.
Bahkan Kepala Sekolah saya waktu SD pernah bilang kalo mau jadi guru/PNS mesti siap segalanya karena kesejahteraan kecil dan belum ada perhatian dari pemerintah. Tapi ada satu kenikmatan tersendiri menurut beliau. Kalo di kampung jadi guru atau PNS meski kesejahteraan sangat kecil tapi mereka dihargai dan status sosialnya lumayan bagus.
Setelah saya lulus SMA, saya cari kerja. Kebetulan paman saya masukin saya ke sebuah departemen di Jakarta. Ternyata yang daftar ribuan orang. Bulan berikutnya ada tes tertulis, saya cuma bawa pulpen tanpa alas tulis (karena ketidaktahuan saya waktu itu). Tes tertulis lolos, saya masuk ke wawancara. Nah di sini saya nggak lolos. Akhirnya saya banting stir ke swasta dan alhamdulilah bisa kuliah.
Saya bertambah heran makin lama peminat PNS makin banyak. Apa karena efek dari krisis moneter kala itu yang nyebabin banyak perusahaan gulung tikar? Saya nggak tahu pasti. Selesai kuliah, beberapa temen ada yang nyoba tes masuk PNS. Dan semuanya gagal, bahkan ada yang sampai 3 kali masih gagal juga.
Suatu waktu saya ngobrol sama paman saya, dia bilang kesejahteraan PNS dapat perhatian lebih dari pemerintah. Dalam beberapa tahun ke depan kesejahteraan (gaji & tunjangan) PNS terutama guru mengalami kenaikan. Ternyata betul juga terakhir ada kabar tahun ini (2010) gaji PNS naik lagi. Terus saya perhatiin pada salah satu instansi pemerintah di bidang pendidikan. Ternyata meskipun gaji & tunjangan dinaikkan sudah beberapa kali, kinerja mereka masih sama saja. Tidak ada pengaruh positif yang berarti dalam instansi tersebut. Bahkan “korupsi” masih jalan seperti biasa.
Itu hanya satu instansi, nggak tahu bagaimana di instansi lainnya atau departemen yang ruang lingkupnya lebih besar. Dan dari berbagai berita yang pernah saya baca (kebetulan banyak hal yang kurang menyenangkan), banyak yang menyoroti kinerja dan birokrasi instansi pemerintah yang kurang bagus. (salah satunya baca IRONI ). Mereka digaji dari uang negara (uang rakyat) mestinya mereka bisa mempertanggungjawabkannya dengan baik.
Mudah-mudahan ke depan kinerja dan birokrasi di instansi pemerintah baik dari tingkat atas sampai bawah mengalami kemajuan dan akan lebih baik. Semoga….

maafin ayak, nak….

Posted in Tak Berkategori by indrosutanto on the 14 Maret 2010

Pagi hari ini mestinya ayah ngajak kamu jalan-jalan ke GOR Ragunan, sama ibu juga. Tapi kerjaan ayah yg nggak jelas, ayah belum bisa pulang. Ayah udah berusaha buat nyelesain kerjaan, tp karena suatu dan lain hal belum juga selesai.
Mudah-mudahan ke depannya ayah punya kerjaan yang lebih baik atau bahkan punya usaha sendiri. Doain ayah ya nak…juga ibu.
foto-2-ok-copy

Jalan Ditutup Marinir

Posted in Tak Berkategori by indrosutanto on the 14 Januari 2010

Hari ini jalan yang udah puluhan tahun dilalui masyarakat baik yang berada di sekitar marinir cilandak maupun lainnya yang lewat jalur itu benar-benar ditutup. Setelah beberapa waktu menggunakan setengah dari portal dan jalur depan masih terbuka, sekarang pintu depan dan belakang ditutup rapat. Masyarakat pun termasuk saya yang pagi tadi mau lewat jalur itu mesti muter balik dan lewat jalan raya yang lebih jauh lagi.
Entah kenapa jalur itu sekarang ditutup. Terus gimana tanggapan warga sekitar. Gimana nasib tukang ojek baik yang dibelakang marinir maupun di dekat mal cilandak atau ojek dari luar yang nganterin penumpang ke arah belakang marinir. Kalo yang tukang ojek sekitar marinir pasti pendapatan akan berkurang. Dan masyarakat yang biasa naik ojek dibela-belain jalan kaki kalo mau ke jalan raya depan mal cilandak.
Sungguh tragis, sekali lagi warga harus mengalah pada yang berkuasa.

ketidakadilan itu…

Posted in Tak Berkategori by indrosutanto on the 9 Januari 2010

ketidakadilan itu masih milik kami
kami masyarakat kecil
kami warga kalangan bawah
kami yang nggak tahu hukum
kami yang nggak paham hukum
kami yang mungkin masih akan tertindas

ketidakadilan itu bukan milik mereka
mereka masyarakat atas
mereka yang termasuk kalangan elite
mereka yang punya harta
mereka yang punya jabatan
mereka yang punya kekuasaan
mereka yang mungkin tahu hukum

ketidakadilan itu sekarang makin nampak
ketidakadilan itu sekarang makin nyata
ketidakadilan itu yang akan diperjuangkan
… baru akan diperjuangkan

ketidakadilan itu…

Next Page »